Sebenarnya ini merupakan teorema perluasan dari teorema Euclid bahwa ada tak berhingga jumlah bilangan prima.
Untuk membuktikan teorema ini, terdapat sebuah lemma yang harus diketahui, yakni
Lemma. Jika a dan b adalah dua buah bilangan bulat dalam bentuk 4n+1 maka produk atau hasil perkaliannya juga dalam bentuk 4n+1.
Pertama kita harus ingat kembali ( maaf, postingan tentang ini nanti dibuat kemudian) bahwa setiap bilangan bulat itu berada pada dua keadaan yakni bilangan prima atau hasil perkalian dari bilangan prima (biasa disebut bilangan komposit). Misalnya 3 itu bilangan prima, 4 itu bilangan komposit 4=2⋅2, 5 itu bilangan prima, 6=2⋅3 bilangan komposit, 7 bilangan prima, 8=2⋅2⋅2 bilangan prima, 9=3⋅3, 10=2⋅5 bilangan komposit, 11 bilangan prima, dst... dst...
Bilangan-bilangan prima ini disebut faktor dari bilangan komposit yang bersangkutan. Jadi 2 dan 3 merupakan faktor prima dari 6.
Nah, setiap bilangan bulat itu bisa dinyatakan ke dalam 4 keadaan yakni apakah ia dalam bentuk 4n, atau 4n+1, 4n+2, atau 4n+3. Misalnya jika n=1, maka bilangan 4, 5, 6, dan 7 berturut-turut bisa dinyatakan sebagai 4⋅1, 4⋅1+1, 4⋅1+2, dan 4⋅1+3, sementara bilangan berikutnya yakni 8, 9, 10, 11 dapat diperoleh untuk n=2, dst... dst...
Untuk menyatakan bilangan prima, maka kita tentu harus membuang 4n dan 4n+2 karena 4n tentu genap, sementara 4n+2=2(2n+1) juga genap. Jadi yang tersisa adalah 4n+1 dan 4n+3.
Katakanlah p1,p2,p3⋯pk adalah semua bilangan prima dalam bentuk 4n+3. Kita kemudian dapat membentuk sebuah bilangan baru N yakni N=4p1p2p3⋯pk+3
Berdasarkan teorema fundamental aritmatika---seperti yang sudah disinggung dalam paragraf sebelumnya---bilangan N ini pun merupakan produk dari bilangan prima. Katakanlah bilangan-bilangan faktor dari N semuanya berada dalam bentuk 4n+1, namun berdasarkan lemma di atas, ini tentu akan menghasilkan N yang juga dalam bentuk 4n+1 sementara N pada persamaan 1 berada dalam bentuk 4n+3. Nah jadi faktor dari N setidaknya salah satunya berada dalam bentuk 4n+3, sementara dari persamaan 1, tidak satupun bilangan prima yang berada dalam bentuk 4n+3 bisa membagi N. Jadi bilangan yang jadi faktor prima dari N ini di luar dari bilangan bilangan p1,p2,p3,⋯pk tadi, sehingga masih ada bilangan prima lainnya yang lebih besar dari p1,p2,p3,⋯pk namun berada dalam bentuk 4n+3. Langkah ini bisa diulangi berulang kali sehingga diperoleh kesimpulan bahwa ada tak berhingga bilangan prima yang berada dalam bentuk 4n+3. QED