Untuk membuktikan bahwa bumi ini datar sebenarnya adalah hal yang cukup sederhana, dan ini sudah dilakukan oleh banyak ilmuan-ilmuan skeptis sebelumnya salah satunya adalah eksperimen kedataran Bedford yang dilakukan oleh Samuel Birley Rowbotham. Jalannya eksprimen bisa diringkas pada gambar di atas.
Panjang AD tentu bisa diperoleh dari dari rumus pitagoras yakni: AD2=AB2+BD2. Di mana BD di sini posisi benda yang bisa terlihat oleh mata kita (Horizon Kita). AB dan AC merupakan jari-jari bumi. Dengan demikian suatu benda yang terletak sejauh BD dari posisi kita sebagai pengamat yang berdiri di A oleh adanya kelengkungan bumi maka benda tersebut akan berada pada posisi sejauh CD di bawah horizon pandangan kita.
Kita bisa menggunakan data faktual untuk menguji premis ini. Dengan jari-jari bumi sebesar 3963 mil, maka akan diperoleh untuk tiap satu mil:
AD2=36932+12=15705,370
Atau AD=3963,000126 yang tentu lebih besar dari jari-jari bumi. Jadi tiap satu mil akan terdapat penurunan sebesar CD=3963−3963,000126=0,000126 mil dari Horizon pandangan kita. Bagaimana kalau nilai BC cukup besar, berapakan nilai penurunannya?
Kita dapat melakukan perhitungan yang sama sehingga diperoleh nilai penurunan sebesar 352 kaki atau 100 meter untuk nilai BC sebesar 23 mil.
Persoalannya adalah berdasarkan eksperimen-eksperimen yang sudah dilakukan oleh ilmuan-ilmuan bumi datar, maka objek yang seharusnya berada 100 meter di bawah horizon pandangan kita (karena kelengkungan bumi), namun nyatanya masih bisa terlihat. Ini jarak yang cukup besar, ibaratnya kita berdiri jauh dari tepi jurang, namun masih bisa melihat ke ke dalaman jurang tersebut, sama sekali bertentangan dengan akal sehat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sama sekali tidak bulat seperti yang selama ini diajarkan di sekolah-sekolah.
Silakan pembaca mengujinya sendiri!